Dibuat oleh Diana Try Eriyandani

  1. Novel Bumi Manusia

Novel Bumi Manusia karya Pramoedya ini menceritakan kehidupan pada zaman penjajahan belanda. Novel ini juga menceritakan sosok Minke, ia seorang pribumi Jawa toktok yang sedang melanjutkan sekolahnya di HBS, ia seorang penulis yang pintar sehingga karyanya di masukan dan diakui oleh pihak Belanda.

Minke adalah sosok putra yang memiliki sifat kritis dalam menentang segala sesuatu yang di perbuat oleh Belanda terhadap Pribumi, seorang Minke mengetahui pemerintahan Belanda yang tidak adil, juga sangat kejam dan selalu merendahkan orang-orang miskin.

Nyai Ontosoroh adalah istri simpanan orang Belanda yang bernama Tuan Mellema, ia menikah karena di jual oleh bapak nya, dengan berbagai cacian dan makian sehingga ia selalu terkucilkan karena sudah menikah dengan orang Belanda. Hal itu selalu membuat nyai Ontosoroh bingung hingga menderita.

Nyai Ontosoroh mempunyai anak seorang putri yang cantik bernama Annelies yang kemudian ia di pertemukan dengan sosok seorang lelaki yang bernama Minke

Pada suatu hari, Minke bertemu dengan Annelies anak dari nyai Ontosoroh. Setelah sekian lama mereka berteman, akhirnya mereka saling jatuh cinta hingga kemudian Minke menikahi Annelise. Hubungan pernikahan  mereka  sah  namun  ditolak  dari  pihak  Belanda,  ayah Annelies  menginginkan  putrinya  untuk  tinggal  kembali  di  Belanda, sampai akhirnya mereka terlibat dalam persidangan yang merumitkan, sehingga Minke kalah dalam persidangan tersebut dan pada akhirnya mereka di pisahkan dengan waktu yang singkat, dengan ikhlas Annelies meninggalkan ibu kandungnya dan orang-orang yang di cintainya.

 

 

  1. Romeo dan Juliet

Novel karya William Shakespeare ini  memiliki  latar  belakang sebuah kota di Italia bernama Verona. Kota tersebut merupakan tempat terjadinya perselisihan di antara 2 keluarga yang sangat terkenal. 2 keluarga itu adalah Montague dan Capulet. Pangeran Verona mengambil tindakan dengan mengancam adanya hukuman mati, jika perselisihan itu terus berlanjut.

Lord Capulet memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Juliet. Hingga  kecantikannya  membuat  seorang  pengusaha  bernama Count Paris ingin menikahinya, tapi usia Juliet saat itu masih terlalu muda sehingga pertunangan diundur hingga usia Juliet matang. Beberapa saat kemudian Romeo dan Juliet bertemu sehingga mereka berdua jatuh cinta. Dengan bantuan Friar Lawrence seorang pendeta yang ingin menyatukan keluarga ini kisah cinta Romeo dan Juliet ini berlanjut sehingga mereka berdua menikah secara diam-diam. Pernikahan ini diharapkan dapat meredam permusuhan yang selama ini tidak dapat diselesaikan. Sepupu Juliet mengetahui bahwa Romeo pernah menyusup masuk ke pesta dansa mereka. Kisah cinta Romeo dan Juliet ini menampilkan konflik awal yang bermula dari dalam keluarganya sendiri. Mercutio merasa tersinggung dengan sikap dibel dan mengajaknya bertarung atas nama Romeo pertarungan itu menyebabkan Mercutio terluka parah dan meninggal. Sehingga Romeo terpaksa membunuh Tybalt kejadian itu membuat pangeran Verona memberikan hukuman dengan mengusir Romeo dari Verona. Pengusiran Romeo diketahui oleh Juliet dan Juliet pun sangat sedih. Juliet kemudian meminta pertolongan dari Friar Lawrence. Lalu sang pendeta pun memberikan obat yang akan membuatnya, seperti orang mati kepada Juliet permintaan Juliet inilah yang seolah menjadi titik dari cerita Romeo dan Juliet.

Romeo mendapat pesan dari sang pendeta agar menjemput Juliet. Sesaat ketika Romeo pergi untuk menjemput Juliet. Romeo mendengar bahwa Juliet meminum racun dan dikabarkan meninggal. Sayangnya pesan dari pendeta itu tidak sampai ke Romeo. Ia malah mendapat kabar jika Juliet telah meninggal akibat meminum racun. Romeo melihat Juliet meninggal saat itu Romeo langsung membunuh dirinya sendiri kemudian sang pendeta membangunkan Juliet dan memberitahu bahwa Romeo bunuh diri karena melihat Juliet terkapar tak sadarkan diri. Juliet sangat terkejut pada akhirnya ia menemukan sebuah belati di tangan Romeo dan menggunakannya untuk membunuh dirinya. Kedua keluarga sangat gempar mengetahui kejadian itu setelah mendengar kisah cintanya kedua keluarga tersebut akhirnya memutuskan untuk tidak bermusuhan dan saling bersatu untuk kisah cinta Romeo dan Juliet.

 

  1. Laskar Pelangi

Novel ini menceritakan peristiwa yang terjadi di desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel kalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Mulai dari sanalah cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!

Mereka diberikan nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah karena kesenangan mereka terhadap pelangi   dan sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara, dan memenangkannya lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi diisi oleh hari-hari yang    menyenangkan,  tertawa  dan  menangis  bersama.  Kisah  sepuluh  kawanan  ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya.

Kesulitan terus menerus membayangi sekolah kampung itu. Sekolah yang dibangun atas jiwa ikhlas dua orang guru, seorang kepala sekolah yang sudah tua, Bapak Harfan Efendy Noor dan ibu guru muda, Ibu Muslimah Hafsari, yang juga sangat miskin, berusaha mempertahankan semangat besar pendidikan dengan terseok-seok. Sekolah yang nyaris dibubarkan oleh pengawas sekolah Depdikbud Sumsel karena kekurangan murid itu, terselamatkan berkat seorang anak idiot yang sepanjang masa bersekolah tak pernah mendapatkan rapor.

Sekolah yang dihidupi lewat uluran tangan para donatur di komunitas marjinal itu begitu miskin. Gedung sekolah bobrok, ruang kelas beralas tanah, beratap bolong-bolong, berbangku seadanya, jika malam dipakai untuk menyimpan ternak, bahkan kapur tulis sekalipun terasa mahal bagi sekolah yang hanya mampu menggaji guru dan kepala sekolahnya dengan sekian kilo beras, sehingga para guru itu terpaksa menafkahi keluarganya dengan cara lain. Sang kepala sekolah mencangkul sebidang kebun dan sang ibu guru menerima jahitan.

Dari waktu ke waktu mereka berdua saling bahu membahu membesarkan hati kesebelas anak-anak tadi agar percaya diri, berani berkompetisi, agar menghargai dan menempatkan pendidikan sebagai hal yang sangat penting dalam hidup ini. Mereka mengajari kesebelas muridnya agar tegar, tekun, tak mudah menyerah, dan gagah berani menghadapi kesulitan sebesar apapun. Kedua guru itu juga merupakan guru yang rajin sehingga   menghasilkan   seorang   murid   yang   sangat   pintar   dan   mereka   mampu mengasah bakat beberapa murid lainnya. Pak Harfan dan Bu Mus juga mengajarkan cinta sesama dan mereka amat menyayangi kesebelas muridnya. Kedua guru miskin itu memberi julukan kesebelas murid itu sebagai para Laskar Pelangi.

Keajaiban terjadi ketika sekolah Muhamaddiyah, dipimpin oleh salah satu laskar pelangi mampu menjuarai karnaval mengalahkan sekolah PN dan keajaiban mencapai puncaknya ketika tiga orang anak anggota laskar pelangi (Ikal, Lintang, dan Sahara) berhasil menjuarai lomba cerdas tangkas mengalahkan sekolah-sekolah PN dan sekolah- sekolah negeri. Suatu prestasi yang puluhan tahun selalu digondol sekolah-sekolah PN. TakTak ayal, kejadian yang paling menyedihkan melanda sekolah Muhamaddiyah ketika Lintang, siswa paling jenius anggota laskar pelangi itu harus berhenti sekolah padahal cuma tinggal satu triwulan menyelesaikan SMP. Ia harus berhenti karena ia anak laki-laki tertua yang harus menghidupi keluarga, sebab ketika itu ayahnya meninggal dunia.

Meskipun awal tahun 90-an sekolah Muhamaddiyah itu akhirnya ditutup karena sama sekali sudah tidak bisa membiayai diri sendiri, tapi semangat, integritas, dan ketekunan yang diajarkan Pak Harfan dan Bu Muslimah tetap hidup dalam hati para laskar pelangi.

Akhirnya kedua guru itu bangga   karena diantara sebelas orang anggota laskar pelangi sekarang ada yang menjadi wakil rakyat Semua itu, buah dari pendidikan akhlak dan kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus dan Pak Harfan.

 

  1. Berkisar Merah

Novel karya Ahmad Tohari tersebut menceritakan  sepasang suami istri yang bernama Darsa, seorang penyadap nira atau pohon kelapa dan Lasi seorang wanita cantik yang berkulit putih. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil di dekat hutan. Sekian lama menikah mereka belum dikaruniai anak, namun Darsa selalu bersyukur dan bahagia karena mempunyai  seorang    istri  yang  sangat  cantik.

Suatu  hari  Darsa  tidak  pulang  dari penyadap nira hingga malam hari. Lasi bingung dan khawatir kepada suaminya. Tidak lama kemudian terdengar suara Darsa dan seketika Lasi pun bahagia namun saat dilihat dengan jelas Darsa digendong salah seorang temannya dan temannya pun menceritakan tentang kejadian di kebun. Darsa sakit dikarenakan dia jatuh dari pohon yang mengakibatkan dia terus menerus mengalami buang air kecil sedangkan di desanya tidak ada rumah sakit jadi dia diharuskan untuk pergi ke kota tetapi Darsa tidak mempunyai uang untuk pergi ke sana.

Lalu mereka terpaksa menggunakan alternatif lain yaitu di urut. Lalu si tukang urut tersebut ingin mengetahui ke lanjutan penyakit si Darsa dengan cara Darsa berhubungan dengan anak si tukang urut lalu beberapa hari kemudian si Darsa sembuh dan tukang urut tersebut datang kembali ke rumah Darsa lalu tukang urut tersebut minta pertanggungjawaban dari Darsa karena telah menghamili anaknya. Karna peristiwa ini Lasi kecewa dan kabur ke kota.

Sesampainya di kota Lasi bertemu dengan seorang ibu yang bernama ibu koneng di jakarta Lasi sering membantu pekerjaan ibu koneng di dapur. Pada suatu hari temen Ibu koneng datang yang bernama ibu lanting saat bu lanting melihat Lasi dia langsung tertarik dan membawa Lasi pergi dan mendandaninya dan meminta Lasi untuk tinggal bersamanya. Bu lanting tersebut mengenalkan Lasi kepada bapak tua yang berumur 50 tahun bernama Handharbenni. Bapak tersebut tertarik pada Lasi dan meminta untuk menerima lamarannya lalu Lasi pun terpaksa menerimanya berharap bisa mendapatkan harta kekayaan bapak tersebut.

Setelah   menikah   dengan   bapak   tersebut   Lasi   tidak   mempunyai   anak   dan   dia memutuskan untuk kembali lagi ke Desa. Sampai di Desa Lasi bertemu dengan seorang Pemuda yang bernama kanjat setelah beberapa lama mereka berdua saling suka tetapi mereka tidak bisa menikah karena Lasi masih memiliki suami dan di mata Lasi masih terdapat Darsa, anaknya dan juga sipah. Di akhir cerita Lasi menjadi orang yang kaya raya sedangkan Darsa hidup dengan anak dan istrinya yang bernama sipah kemudian Lasi pun pergi ke kota bersama dengan Kanjat.

 

  1. Belenggu Karya Armijn Pane

 

Novel ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang bernama Dokter Sukartono dan istrinya Sumartini. Mereka berdua menikah atas dasar keterpaksaan. Sukartono menikahi Sumartini karena merasa cocok untuk mendampinginya. Sedangkan Sumartini menikahi Sumartono  atas  dasar  meluapkan  kenangan  masa  lalunya.

Setelah pernikahan  tersebut rumah tangga mereka tidak harmonis. Setiap hari mereka selalu bertengkar. Sukartono yang sangat menyukai pekerjaannya sebagai dokter selalu tidak mempedulikan istrinya dia terlalu sibuk tidak memperhatikan keinginan istrinya. Hal tersebut membuat Sumartini merasa kesal dan selalu ada pertengkaran.

Suatu hari Sukartono menerima telpon yang mengatasnamakan pasien yang berada di hotel. Sesampainya di hotel Sukartono kaget dia bertemu seorang wanita yang bernama Rohaya. Rohaya adalah teman Sukartono saat sekolah.  Rohaya dari  dulu  selalu  menyimpan  rasa  cintanya  pada  Sukartono.  Rohayah bercerita bahwa dia adalah korban kawin paksa dia kabur ke jakarta karena merasa tidak cocok dengan suaminya. Dan Rohayah berpura-pura sakit agar dia bisa bertemu dengan Sukartono. Setelah bertemu dengan Sukartono Rohaya terus berusaha merayu sukartono agar Sukartono  bisa  menikahi  dirinya.  Dan akhirnya  Sukartono  pun  terjatuh  pada  rayuan Rohayah dan sering menemui Rohayah di rumahnya.

Lama-kelamaan hubungan mereka diketahui Sumartini. Hubungan Rohayah dan Sukartono menjadi cambukan untuk Sumartini karena  selama  ini  Sumartini  merasa  dia  terlalu  kasar  dan  sering  marah-marah  pada Sukartono sedangkan Sukartono ingin mempunyai istri yang pengertian. Dan pada akhirnya Sumartini pun meminta bercerai dengan Sukartono namun Sukartono tidak mau menceraikannya. Tetapi dengan tegas Sumartini yang kuat dia akhirnya bisa bercerai dengan Sukartono. Sumartini pun pergi pulang ke surabaya.

Kesedihan Sukartono bertambah karena Rohayah pun pergi meninggalkannya ke luar negeri. Akhirnya Sukartono pun mengabdikan dirinya di panti asuhan karena dengan hal itu hatinya bisa mendapatkan ketenangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here