Pengertian Sastra

Kata sastra berasal dari bahasa Sansekerta. Sas berarti mengarahkan, mengajar, atau memberi petunjuk/instruksi, sedangkan tra berarti alat atau sarana. Sastra berarti alat untuk mengajar atau buku petunjuk atau buku instruksi atau pengajaran.

Pengertian Sastra Menurut Para Ahli

Sugiantomas (2020 :8) menyatakan bahwa sastra adalah hasil kegiatan kreatif manusia yang dituangkan ke dalam media bahasa, baik lisan maupun tulisan. Sebuah karya seni dapat dikatakan sebagai karya yang bernilai sastra bukan hanya karena bahasa indah, beralun-alun, penuh dengan irama dan perumpamaan, melainkan harus dilihat secara keseluruhan; dari nilai-nilai estetika, nilai-nilai moral, dan nlai-nilai konsepsi yang terdapat dalam karya sastra tersebut.

Eagleton (2010:4) memberi pendapat bahwa sastra karya tulisan indah (belle letters) yang mencatatkan sesuatu dalam bentuk bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangpendekkan dan diputarbalikkan, dijadikan ganjil atau cara penggubahan estetis lainnya melalui alat bahsaa.

Sumardjo dan Saini KM (1991: 3) mengungkapkan bahwa sastra adalah ungkapan rpibadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kongkrit yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.

Semi (1988 : 8) berpendapat bahwa sastra adalah suatu bentuk hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya (subjeknya) adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai medium.

Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa sastra merupakan karya seni yang berisi ungkapan ide kreatif manusia yang dituangkan dalam media bahasa, baik lisan maupun tulisan.

 

Ciri-Ciri Sastra

Luxemburg (1984: 5) menyatakan tentang ciri sastra, khususnya kekhasannya pada masa romantik. Ciri-ciri itu adalah sebagai berikut.

  • Sastra adalah sebuah kreasi, bukan imitasi atau tiruan. Kreasi itu disebabkan seniman menciptakan dunia baru.
  • Sastra bersifat otonom dan tidak bersifat komunikatif.
  • Sastra mempunyai unsur kohesi yang didalamnya memiliki keselarasan antara bentuk dan isi.
  • Sastra berisi tentang sintesis atau unsur-unsur yang dianggap bertentangan, baik yang disadari maupun tidak. Misalnya pertentangan antara ruh dan benda, pria dan wanita, dsb.
  • Sastra berisi ungkapan-ungkapan yang tidak bisa terungkapkan.

Terkait dengan perbedaan sastra dengan karya ilmiah dari segi bahasanya, Emzir dan Saifur Rohman (2020: 7) menyampaikan hal berikut.

  • Bahasa sastra bersifat konotasi sedangkan bahasa karya ilmiah bersifat denotasi.
  • Bahasa sastra bersifat homonim sedangkan bahasa karya ilmiah bersifat struktur.
  • Bahasa sastra bersifat ekspresif sedngakn bahasa ilmiah bersifat logis.
  • Bahasa sastra lebih mementingkan simbol yang mewadahi gagasan tertentu, sedangkan bahasa karya ilmiah lebih mementingkan skema atau bagan-bagan untuk menjelaskan gagasan tertentu.
  • Bahasa sastra diungkapkan secara estetis, sedngkan bahasa ilmiah diungkapkan secara normatif.

Genre/ Bentuk Sastra

Bentuk dalam KBBI diartikan sebagai  wujud yg ditampilkan (tampak). Bentuk sastra berarti wujud yang ditampilkan oleh sastra. Sementara itu Panuti Sudjiman menyatakan bahwa bentuk sastra berarti cara dan gaya dalam penyusunan dan pengaturan bagian-bagian karangan, pola struktural karya sastra (1984: 12). Berbicara tentang bentuk sastra, ada beberapa pendapat ahli yang dapat dijadikan landasan.

Sugiantomas (2020 : 11) menyatakan bahwa bentuk sastra ke dalamnya dapat dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu puisi, prosa fiksi, dan drama. Sementara itu Sumardjo dan Saini KM (1991 : 16) membagi genre sastra menjadi sastra non imajinatif dan sastra imajinatif. Sastra non imajinatif terdiri dari esai, kritik, biografi, otobiografi, sejarah, memoar dan catatan. Sedangkan sastra imajinatif terdiri dari puisi, fiksi (prosa naratif), dan drama.

Ada perbedaan antara yang diungkapkan oleh Sugiantomas dan Sumardjo. Namun jika kita memandang bahwa sastra itu karya seni yang bersifat imajinatif, maka bentuk sastra itu terdiri atas puisi, prosa fiksi, dan drama.

  • Puisi adalah karya sastra paling tua yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaiannya. Kata-kata itu dipadatkan, lantas dipilih dan ditata secermat mungkin dengan memperhatikan nada, rima, dan irama sehingga dapat membangkitkan imajinasi dan mempertajam kesadaran seseorang terhadap suatu pengalaman. Puisi memiliki struktur fisik dan batin yang keduanya merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan.
  • Prosa Fiksi/Cerita Rekaan merupakan karya sastra yang berisi kisahan yang direka dan diungkapkan dengan gaya naratif.
  • Drama sebagai karya sastra merupakan salah satu bentuk genre sastra yang diungkapkan dengan gaya dialog dengan tujuan untuk dipentaskan di seni pertunjukan. Dalam hal ini, yang dimaksud drama sebagai karya sastra adalah naskah drama.

Jenis Sastra

Berdasarkan isi, bahasa, proses (penciptaan/pengubahan/penceritaan), maka karya sastra dapat dibagi ke dalam sastra daerah, sastra Indonesia, sastra asing, sastra terjemahan, dan sastra saduran. Sugiantomas (2020: 10) memberikan penjelasan sebagai berikut.

  • Sastra Indonesia adalah sastra yang diungkapkan dalam bahasa Indonesia dan memiliki ciri-ciri khas kebudayaan Indonesia.
  • Sastra daerah adalah sastra yang diungkapkan dalam bahasa daerah dan memiliki ciri khas kebudayaan daerah.
  • Sastra asing adalah sastra yang diungkapkan dalam bahsa asing dan memiliki ciri-ciri khas kebudayaan asing.
  • Sastra terjemahan adalah sastra yang dihasilkan dari karya sastra orang lain yang sudah ada, dengan cara menerjemahkan bahasa karya sastra itu ke dalam bahasa yang lain.
  • Sastra saduran adalah sastra yang dihasilkan dari karya sastra yang sudah ada dengan cara mengungkapkannya kembali dengan gaya bahasa yang lain tanpa mengubah idenya.

 

Fungsi Sastra

Rene Wellek dan Austin Warren (2014: 23) menjelaskan fungsi sastra sebagai berikut.

  • Sebagai hiburan, yang artinya karya sastra adalah memberikan hiburan yang menyenangkan bagi pembaca.
  • Sebagai pengganti perjalanan dan dokumentasi sosial.
  • Sebagai alat renungan, yang artinya karya sastra difungsikan untuk merenungkan nilai-nilai terdalam dari pembaca.
  • Sebagai alat mengajarkan sesuatu, yang artinya karya sastra sastra difungsikan untuk media pembelajaran bagi masyarakat.
  • Sebagai alat untuk mengungkapkan kebenaran/pandangan hidup.
  • Sebagai sarana untuk melepaskan dan membangkitkan emosi bagi pembaca dan penulisnya.

 

Referensi

Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2014). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung : Titian Ilmu.

Eagleton, Terry. (2010). Teori Sastra : Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta : Jalasutra.

Emzir dan Saifur Rohman. (2016). Teori dan Pengajaran Sastra. Jakarta : RajaGrafindo Persada.

Luxemburg, J. Et. All. (1984). Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta : Gramedia.

Semi, Atar. (1988). Kritik Sastra. Bandung : Angkasa

Sudjiman, Panuti. (1984). Kamus Istilah Sastra. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Sugiantomas, Aan. (2020). Langkah Awal Menuju Apresiasi Sastra Indonesia. Cirebon : CV RinMedia

Sumardjo, Jakob, dan Saini KM. (1991). Apresiasi Kesusastraan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Wellek, Rene dan Austin Waren. (2014). Teori Kesusastraan (Terj. Melani Budianta). Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here