Ilustrative images

 

Istilah prosa dalam KBBI dinyatakan sebagai karangan bebas. Karangan bebas ditinjau dari isinya bisa berupa fakta atau imajinatif. Jika kita memandang karya sastra sebagai karya seni yang bersifat imajinatif, maka yang termasuk ke dalam karya sastra adalah prosa fiksi/cerita rekaan/fiksi.

Pengertian fiksi dalam Ensiklopedi Sastra Indonesia (2014: 327) adalah jenis karya sastra yang berisi kisahan yang direka; pada umumnya beragam prosa. Istilah lain cerita rekaan. Sugiantomas (2020 : 11) menyatakan bahwa bentuk prosa yang dapat digolongkan ke dalam karya sastra ialah prosa imajinatif. Karena dunia atau cerita yang dituangkan dalam prosa imajinatif adalah dunia atau cerita rekaan sastrawan, maka karya sastra tersebut disebut pula sebagai cerkaan (cerita rekaan).  Prosa fiksi ialah bentuk karya sastra yang diungkapkan dengan gaya cerita.

Sumardjo dan Saini KM (1991: 29) fiksi atau cerita rekaan merupakan prosa yang bobot khayalinya lenih besar dari cerita biografi, otobiografi, sejarah, atau memoar dalam sastra non-imajinatif yang mendasarkan diri pada fakta realitas.

Pradopo (2009) menyatakan bahwa prosa dan puisi dapat dibedakan berdasar kadar kepadatannya. Bila padat, karya itu disebut puisi, bila tidak padat disebut prosa. Berdasarkan kepadatanya itu, seringkali ada prosa yang dikatakan puitis, yaitu mempunyai sifat puisi: padat. Prosa itu pada umumnya bersifat bercerita.

Cerita rekaan adalah satu bentuk sastra yang memaparkan terjadinya peristiwa secara rinci mengenai segala hal yang bersangkut paut dengan peristiwa tersebut, seperti siapa tokoh dalam peristiwa tersebut, bagaimana karakter tokoh tersebut, di mana dan kapan terjadi peristiwa itu, bagaimana suasana, bagaimana proses terjadinya peristiwa itu, siapa penutur peristiwa itu, dan bagaimana runtutan peristiwa itu. (Sugianto Mas: 2016).

Prosa terbagi ke dalam prosa non imajinatif dan prosa imajinatif. Dalam prosa non imajinatif nampak gaya berceritanya cukup menonjol, namun hal itu biasanya berdasarkan kepada cerita yang faktual, dan dalam proses penciptaannya harus mematuhi aturan-aturan penulisan yang kaku. Berbeda dengan prosa  imajinatif yang didalamnya terdapat unsur imajinatif bahasa dan dalam proses penciptaanya memperhatikan faktor-faktor estetika. Prosa dalam pengertian kesastraan disebut fiksi, teks naratif atau wacana naratif. Istilah fiksi dalam pengertian ini berarti cerita rekaan. Prosa imajinatif disebut dengan prosa fiksi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa prosa fiksi ialah bentuk karya sastra berupa cerita rekaan yang sifatnya bebas dan imajinatif di dalamnya mengandung peristiwa, tokoh, dan alur, serta ditulis dalam bentuk paragraf dan diungkapkan dengan gaya cerita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here