Ilustrative images

Asal Usul Nama Luragung

Disadur dari website Desa Luragung Landeuh

Di sebuah wilayah, tersebutlah seorang ksatria bernama Buyut Rangga Kencana yang dikenal juga dengan nama Buyut Agung. Buyut Agung mempunyai binatang peliharaan seperti kuda sembrani, kerbau (yang digembalakan oleh Aki Teka dan Nini Teki), dan ayam. Buyut Agung tidak mempunyai pendamping, oleh sebab itu ia memanggil adik kandungnya yang bernama Buyut Rangga Kencanawati untuk menemaninya. Buyut Rangga Kencanawati merupakan seorang perempuan yang mempunyai wajah cantik jelita dan menguasai pegunungan Subang.

Kecantikan Buyut Rangga Kencanawati, rupanya menghadirkan masalah bagi Buyut Agung. Diam-diam Buyut Agung jatuh cinta pada adik kandungnya sendiri. Perasaan cinta yang dipendam itu semakin lama semakin tumbuh dan menyiksa. Karena tidak kuat menahan perasaan cintanya,akhirnya Buyut Agung mengungkapkannya.

Kencanawati, sudah sekian lama aku memendam perasaan cinta kepadamu. Maukah kau menjadi pendamping hidupku?

Mendengar pernyataan dan pertanyaan itu, Buyut Rangga Kencanawati kaget

Akang harus sadar, kita sedarah. Tidak mungkin saya menjadi pendamping akang, karena saya adik kandung akang!

Apakah salah aku jatuh cinta pada adikku sendiri? Persoalan rasa, tidak mengenal hubungan darah.

Ya, itu salah dan terlarang. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menikah denganmu, dan aku akan tetap menjadi adikmu.

Buyut Agung merasa terpukul dengan jawaban Buyut Rangga Kencanawati. Lalu kemudian, beberapa waktu berselang ia memutuskan untuk pergi bertapa di Galuh. Tujuannya tidak lain untuk menenangkan perasaan dan mencari cara agar Buyut Rangga Kencanawati menerima cintanya. Dalam masa bertapanya, Buyut Agung membuat perkakas dari tanah berbentuk golok dan keris eluk 5. Golok itu dinamai “Bedog KamKam”, sedangkan kerisnya dinamai “Keris Panca Roba”. Tanah yang dipakai untuk membuat golok dan keris itu masih tersisa. Tanah itu kemudian ditaburkan ke arah selatan, dan tempat tanah itu ditaburkan disebut “Bumi Sagandu”.

Tapa brata yang dilakukan Buyut Agung akhirnya selesai. Ia kemudian kembali menemui Buyut Rangga Kencanawati.

Kencanawati, demi dirimu aku bertapa di Galuh. Sekarang terimalah cintaku dan jadilah pendamping hidupku.

Tidak Kang. Sampai kapanpun aku tidak akan menerima cintamu

Tidak. Kamu harus menerima cintaku dan jadi pendamping hidupku.

Aku tidak akan menerima cintamu Kang. Tapi aku pun tidak akan terus membuatmu menderita.

Buyut Rangga Kencanawati kemudian mengeluarkan kesaktiannya. Ia mengubah dirinya menjadi wanita yang buruk rupa.

Sekarang aku tidak cantik lagi, dan aku bukan lagi Buyut Rangga Kencanawati. Namaku kini Buyut Btara Sulanggir Kuning.

Buyut Btara Sulanggir Kuning kemudian menetap di alun-alun yang sekarang dikenal sebagai alun-alun Luragung.

Sementara itu, Buyut Agung yang cintanya ditolak untuk kedua kalinya merasakan kekecewaan yang luar biasa. Ia kemudian menghilang (ngahiyang) dan ngelurkeun (lur). Dari peristiwa ngelurkeun (lur) yang dilakukan oleh Buyut Agung kemudian jadilah nama Luragung. Lur dari kata ngelurkeun, dan agung dari nama Buyut Agung.

Pembaca juga dapat menyaksikan Dongeng Asal Usul Nama Luragung di kanal youtube Dapir Sastra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here