Ilustrative images

ASAL USUL NAMA DESA KUTARAJA

Oleh Toto Sazalitohir

 

Alkisah pada zaman dahulu sebelum Sunan Gunungjati datang ke Kuningan, di sebuah tempat berdirilah kerajaan yang bernama Gedong Maneuh. Kerajaan Gedong Maneuh dipimpin oleh raja bernama Pranggong Jaya yang mempunyai gelar Sapi Gumarang. Kerajaan ini bukan dari golongan manusia, melainkan dari golongan jin. Sapi Gumarang terkenal mempunyai kesaktian yang sangat luar biasa. Tentara Kerajaan gedong Maneuh berwujud kuda, macan, ular dan sejenisnya sebagai jelmaan dari jin. Kerajaan Gedong Maneuh mempunyai penjaga, yakni seekor ular naga yang besar dan sakti. Konon panjangnya dari Desa Kutaraja sampai Luragung. Ular naga itu, melingkari kerajaan dengan tubuhnya. Menurut para sesepuh, naga tersebut masih ada dan kadang menampakkan dirinya.

Sapi Gumarang dan tentaranya menyerang Kerajaan Luragung (sebelum dipimpin Ki Gedeng Luragung), dengan membawa tentara kuda dan naga. Karena kekuatannya yang sangat besar, akhirnya kerajaan Luragung kalah dan takluk kepada Kerajaan Gedong Maneuh. Jadilah Luragung sebagai bagian dari kerajaan Sapi Gumarang. Konon Sapi Gumarang masih sering berkunjung ke Luragung.

Jauh setelah kejadian tersebut, datanglah Buyut Balater yang diutus oleh Sunan Gunung Jati untuk menyebarkan ajaran Islam di sekitar Kabupaten Kuningan. Buyut Balater menetap di sekitar daerha Kerajaan Gedong Maneuh tepatnya di Hulu Dayeuh. Dia seorang ulama besar yang memiliki senjata sakti berupa hoe (rotan) kuning. Hoe kuning dijaga oleh macan loreng dan macan hitam. Masyarakat Hulu Dayeuh yang dulunya beragama Hindu-Budha kemudian memeluk Islam, berkat perjuangan Buyut Balater.

Buyut Balater kemudian mengganti nama Hulu Dayeuh menjadi Kutaraja. Kuta artinya lurur, tinggi, berkuasa, sedngkan raja berarti merajai. Istilah Kutaraja diambil dari cerita Sapi Gumarang yang mempunyai kerajaan yang sangat kuat, bahkan mengalahkan Kerajaan Luragung yang besar. Sedangkan Kerajaan Gedong Maneuh sampai sekarang masih ada, tetapi tidak bisa dilihat langsung oleh mata, melainkan harus melalui mata batin. Konon banyak orang yang ingin mengambil harta ke Gedong Maneuh, tapi banyak yang tidak kembali ke alam dunia, katanya terjebak di alam ghaib. Harta itu muncul berbentuk buah nanas dan pohon cabai, apabila kita bisa mengambilnya maka nantinya akan kaya raya.

Buyut Balater dimakamkan di Hulu Dayeuh Desa Kutaraja. Sampai sekarang masih ada masyarakat yang berziarah untuk mendoakan dan menghormati jasanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here