BELAJAR MENGEJA TULISAN DI PASIR
Oleh Muhamad Saepudin

I
Setelah ombak surut, berpaling
dari kepiting-kepiting
yang selalu mengalah
atau terumbu karang
yang meresap busa-buihnya,
akupun mulai mengeja tulisan
dengan gelisah
dengan tergesa-gesa.

II
Kudapati dua kata belakang
yang kueja “….di rahimmu”.

III
Lapisan ombak pun
saling susul-menyusul
dan pasir pun terkapyuk,
sekian terpelanting hingga
sebagian kata yang
sudah terbaca
terbawa arus, blur.

III
Aku lupa kata
yang baru saja kueja,
dan akupun berusaha mengingat
untuk setia pada kata-kata
pada mata dan masa-masa.

Tetapi kegagalan itu
membuatku kembali mengeja,
dan yang terbaca di pasir
hanya dua kata lagi,
“aku pulang….”.

IV
Lesu di pelukan kemelut senja,
di pikiran anak-anak kecil
yang riang melafalkan
frasa di kaki ibundanya.

Nelayan menepi
dari kesepian laut
yang melumutkan
perahu kayunya.
Berjelaga.

Lanskap itu,
akupun kembali
mengeja.

Cirebon, 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here